ARTIKEL KEPUASAN KERJA
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Oleh: Lisa Oktaviani
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Gunadarma
Email: LisaOktaviani011@gmail.com
KEPUASAN KERJA
1.1.PENDAHULUAN
Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang
individu terhadap pekerjaannya, seorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi
menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan itu, seorang yang tidak puas
dengan pekerjaannya menunjukkan sikap negatif terhadap pekerjaan itu (Robbins,2001:
139).
Ruang lingkup manajemen sumber daya manusia secara
umum membahas hal-hal berkaitan dengan manusiawi termasuk di dalamnya adalah kepuasan
kerja pegawai. Kepuasan kerja pegawai
merupakan faktor yang dianggap penting, karena dapat mempengaruhi jalannya
organisasi secara keseluruhan. Kepuasan yang dirasakan pegawai dalam bekerja
merupakan suatu petunjuk bahwa pegawai memiliki perasaan senang dalam
menjalankan tugas pekerjaan. Kepuasan kerja juga merupakan suatu sikap positif
pegawai terhadap berbagai situasi di tempat pekerjaan. Bagi organisasi,
kepuasan kerja pegawai harus mendapat perhatian dan pemenuhan hal ini terutama
menjadi tugas pimpinan organisasi.
Bagi
karyawan, kepuasan kerja merupakan faktor individu dan sarana untuk mencapai
produktivitas kerja. Jadi dalam lingkup manajemen sumber daya manusia, faktor
kepuasan kerja memberikan manfaat baik bagi organisasi /perusahaan, pegawai,
bahkan bagi masyarakat. Kepuasan kerja bagi seorang pegawai merupakan faktor
yang amat penting karena kepuasan yang diperolehnya akan turut menentukan sikap
positif terhadap pekerjaan. Perasaan puas dalam bekerja dapat menimbulkan dampak
positif terhadap perilaku, seperti misalnya tingkat kedisiplinan dan semangat
kerja yang cenderung meningkat.
2.1. PENELITIAN TERDAHULU
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang berhubungan
dengan artikel ini adalah sebagai berikut :
|
No
|
Nama
|
Judul Penelitian
|
Kesimpulan
|
|
|
1
|
Novita Marlia (2010)
|
Pengaruh kepuasan kerja karyawan
terhadap kinerja karyawan pada CV Alam Prima Komputer Bandar Lampung
|
Kepuasan kerja memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV Alam Prima Komputer
Bandar Lampung
|
|
|
2
|
Lie Lourenzo Vinchentius (2017)
|
Pengaruh kepuasan kerja karyawan
terhadap kinerja karyawan pada PT Sinar Raya Palembang
|
Dari hasil uji hipotesis yang
dilakukan yaitu uji t diketahui hasil nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05
yaitu 0,000 yang berarti bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap
kinerja karyawan
|
|
|
3
|
Ristyahana Nurbahar (2015)
|
Kepuasan kerja karyawan pada PT POS
Indonesia (Persero) cabang Kebumen
|
Kepuasan kerja karyawan terhadap
tugas pokok dan fungsi kerja masuk dalam kategori tinggi
|
|
|
4
|
Gerald Sitanggang (2013)
|
Pengaruh kepuasan kerja karyawan
terhadap kinerja karyawan pada PT Batik Sejahtera Yogyakarta
|
Karyawan yang merasa puas akan
memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi terhadap perusahaan.
|
|
|
5
|
Rosy Fauziah (2014)
|
Hubungan Lingkungan Kerja dan
Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Guru
di SMK Negeri 1 Yogyakarta
|
Terdapat hubungan positif antara
Lingkungan kerja guru dengan kepuasan
kerja guru di smk negeri 1
Yogyakarta
|
|
|
6
|
Anton Budi Santoso(2013)
|
Analisis Kepuasan Kerja Pegawai PT
Bank “X”
|
Tingkat kepuasan kerja dari pegawai
yang
Bekerja di perusahaan ini sudah
berada pada kategori yang digolongkan
Tinggi, yang mana aspek penentu
kepuasan kerja yang memiliki nilai rata-
Rata persentase tertinggi
|
|
|
7
|
Lailiah
(2009)
|
Pengaruh
kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT Subur Jaya Boyolali
|
Kepuasan
kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada
PT Subur Jaya Boyolali
|
|
PEMBAHASAN
Kepuasan kerja karyawan RS Raden Mattaher Jambi sangat
dipengaruhi oleh insentif yang mereka terima. Sementara berkaitan dengan
pembagian kerja, tidak ada hubungan secara langsung dengan kepuasan karyawan.
Puas atau tidaknya karyawan lebih berkaitan dengan beban kerja yang tidak
merata antara satu karyawan dengan karyawan yang lain. terlebih lagi dengan
insentif yang sangat kecil yang mereka terima.Kesenangan terhadap pekerjaan ini
mendorong sebagian besar karyawan untuk mendapatkan capaian karir yang lebih
tinggi. Moral kerja karyawan semakin naik dengan semangat yang mereka miliki
tersebut. Sehingga bagi sebagian besar karyawan, mereka menyatakan bahwa
pekerjaan yang mereka geluti selama ini tetap mampu membuat mereka berkembang
dan mengaktualisasikan diri. Hal tersebut terlihat dengan adanya motivasi dari
karyawan Rumah Sakit untuk mendapatkan pendidikan dan training-training untuk
meningkatkan kemampuan karyawan.
Menurut
karyawan RS Raden Mattaher, mereka merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan
selama ini telah sesuai dengan kemampuan mereka. Sehingga bagi mereka
penempatan dan posisi mereka dalam bekerja menjadi hal penting yang menentukan
apakah mereka puas terhadap kerja yang mereka lakukan selama ini.
Walaupun menurut mereka pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka, mereka tetap merasa lebih berkembang.
4 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Kepuasan kerja karyawan RS Mattaher dipengaruhi oleh penempatan mereka pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Walaupun karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya tetapi mereka tidak merasa keberatan.
Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari persepsi karyawan, yaitu bahwa dengan menyelesaikan tugas atau dengan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan memiliki nilai yang penting dalam pekerjaan tersebut.
Walaupun menurut mereka pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka, mereka tetap merasa lebih berkembang.
4 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Kepuasan kerja karyawan RS Mattaher dipengaruhi oleh penempatan mereka pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Walaupun karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya tetapi mereka tidak merasa keberatan.
Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari persepsi karyawan, yaitu bahwa dengan menyelesaikan tugas atau dengan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan memiliki nilai yang penting dalam pekerjaan tersebut.
Kepuasan kerja merupakan hasil penilaian yang
mendasar pada aspek respon emosional terhadap faktor-faktor pekerjaan, aspek
persepsi individu terhadap apa yang mereka kerjakan sebagai suatu hal yang
penting dan persepsi terhadap seberapa baik hasil yang dirasakan, sehingga Kepuasan
kerja tidak secara langsung berhubungan dengan pembagian kerja. Pembagian kerja
bagi sebagian besar karyawan RS Raden Mattaher telah sesuai dengan kemampuan
mereka masing-masing. Persoalan yang lebih mengemuka adalah beban kerja yang
berbeda pada masing-masing karyawan, sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan
bagi mereka yang mendapatkan beban kerja lebih banyak dibandingkan dengan yang
lain. Berkaitan dengan insentif, hal ini sangat mempengaruhi kepuasan kerja
karyawan. Insentif yang dirasakan sangat kecil atau tidak sesuai dengan beban
kerja yang mereka lakukan menurunkan moral dan motivasi kerja karyawan. Besaran
jumlah insentif ini menurut karyawan RS Raden Mattaher sebaiknya disesuaikan
dengan beban kerja, kemampuan dan tingkat pendidikan dari seorang karyawan.
Apalagi dengan tidak transparannya pihak rumah sakit dalam melakukan
pengelolaan terhadap insentif atau imbalan yang diberikan karyawan, sehingga
rasa tidak puas dirasakan juga dalam kerjakeseharian karyawan.
REFERENSI
Anton Budi Sanstoso. (2013). Analisis
Kepuasan Kerja Pegawai di PT Bank “X”
Skripsi. Bandung. Bandung: Universitas Widyatama.
M. Zainur Roziqin. (2010). Kepuasan
Kerja. Malang: Averroes Press.
Rosy Fauziah. (2014). Hubungan
Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap
Kepuasan Kerja Guru di SMK Negeri 1
Yogyakarta. Skripsi.Yogyakarta: FE
UNY.
Stephen P. Robbins. (2001). Perilaku
Organisasi (Alih Bahasa: Tim Indeks). Jakarta:
Sulistyani & Rosidah. (2003). Manajemen
Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Suwarno & Donni Juni Priansa.
(2011). Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis.
Bandung: Alfabeta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar