Laman

Life is a game with obstacles encountered and when there is a chance, we have to seize it.

Rabu, 16 Januari 2019

ARTIKEL KEPUASAN KERJA

ARTIKEL KEPUASAN KERJA

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Oleh: Lisa Oktaviani
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Gunadarma
Email: LisaOktaviani011@gmail.com

KEPUASAN KERJA

1.1.PENDAHULUAN
Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya, seorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan itu, seorang yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan sikap negatif terhadap pekerjaan itu (Robbins,2001: 139).
Ruang lingkup manajemen sumber daya manusia secara umum membahas hal-hal berkaitan dengan manusiawi termasuk di dalamnya adalah kepuasan kerja  pegawai. Kepuasan kerja pegawai merupakan faktor yang dianggap penting, karena dapat mempengaruhi jalannya organisasi secara keseluruhan. Kepuasan yang dirasakan pegawai dalam bekerja merupakan suatu petunjuk bahwa pegawai memiliki perasaan senang dalam menjalankan tugas pekerjaan. Kepuasan kerja juga merupakan suatu sikap positif pegawai terhadap berbagai situasi di tempat pekerjaan. Bagi organisasi, kepuasan kerja pegawai harus mendapat perhatian dan pemenuhan hal ini terutama menjadi tugas pimpinan organisasi.
 Bagi karyawan, kepuasan kerja merupakan faktor individu dan sarana untuk mencapai produktivitas kerja. Jadi dalam lingkup manajemen sumber daya manusia, faktor kepuasan kerja memberikan manfaat baik bagi organisasi /perusahaan, pegawai, bahkan bagi masyarakat. Kepuasan kerja bagi seorang pegawai merupakan faktor yang amat penting karena kepuasan yang diperolehnya akan turut menentukan sikap positif terhadap pekerjaan. Perasaan puas dalam bekerja dapat menimbulkan dampak positif terhadap perilaku, seperti misalnya tingkat kedisiplinan dan semangat kerja yang cenderung meningkat.  

2.1. PENELITIAN TERDAHULU
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan artikel ini adalah sebagai berikut :
No
Nama
Judul Penelitian
Kesimpulan
1
Novita Marlia (2010)
Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada CV Alam Prima Komputer Bandar Lampung
Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV Alam Prima Komputer Bandar Lampung
2
Lie Lourenzo Vinchentius (2017)
Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT Sinar Raya Palembang
Dari hasil uji hipotesis yang dilakukan yaitu uji t diketahui hasil nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 yang berarti bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
3
Ristyahana Nurbahar (2015)
Kepuasan kerja karyawan pada PT POS Indonesia (Persero) cabang Kebumen
Kepuasan kerja karyawan terhadap tugas pokok dan fungsi kerja masuk dalam kategori tinggi
4
Gerald Sitanggang (2013)
Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT Batik Sejahtera Yogyakarta
Karyawan yang merasa puas akan memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi terhadap perusahaan.
5
Rosy Fauziah (2014)
Hubungan Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Guru
di SMK Negeri 1 Yogyakarta
Terdapat hubungan positif antara
Lingkungan kerja guru dengan kepuasan kerja guru di smk negeri 1
Yogyakarta
6
Anton Budi Santoso(2013)
Analisis Kepuasan Kerja Pegawai PT Bank “X”
Tingkat kepuasan kerja dari pegawai yang
Bekerja di perusahaan ini sudah berada pada kategori yang digolongkan
Tinggi, yang mana aspek penentu kepuasan kerja yang memiliki nilai rata-
Rata persentase tertinggi
7
Lailiah (2009)
Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT Subur Jaya Boyolali
Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Subur Jaya Boyolali






PEMBAHASAN
Kepuasan kerja karyawan RS Raden Mattaher Jambi sangat dipengaruhi oleh insentif yang mereka terima. Sementara berkaitan dengan pembagian kerja, tidak ada hubungan secara langsung dengan kepuasan karyawan. Puas atau tidaknya karyawan lebih berkaitan dengan beban kerja yang tidak merata antara satu karyawan dengan karyawan yang lain. terlebih lagi dengan insentif yang sangat kecil yang mereka terima.Kesenangan terhadap pekerjaan ini mendorong sebagian besar karyawan untuk mendapatkan capaian karir yang lebih tinggi. Moral kerja karyawan semakin naik dengan semangat yang mereka miliki tersebut. Sehingga bagi sebagian besar karyawan, mereka menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka geluti selama ini tetap mampu membuat mereka berkembang dan mengaktualisasikan diri. Hal tersebut terlihat dengan adanya motivasi dari karyawan Rumah Sakit untuk mendapatkan pendidikan dan training-training untuk meningkatkan kemampuan karyawan.
 Menurut karyawan RS Raden Mattaher, mereka merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan selama ini telah sesuai dengan kemampuan mereka. Sehingga bagi mereka penempatan dan posisi mereka dalam bekerja menjadi hal penting yang menentukan apakah mereka puas terhadap kerja yang mereka lakukan selama ini.
Walaupun menurut mereka pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka, mereka tetap merasa lebih berkembang.
4 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Kepuasan kerja karyawan RS Mattaher dipengaruhi oleh penempatan mereka pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Walaupun karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya tetapi mereka tidak merasa keberatan.
Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari persepsi karyawan, yaitu bahwa dengan menyelesaikan tugas atau dengan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan memiliki nilai yang penting dalam pekerjaan tersebut.
Kepuasan kerja merupakan hasil penilaian yang mendasar pada aspek respon emosional terhadap faktor-faktor pekerjaan, aspek persepsi individu terhadap apa yang mereka kerjakan sebagai suatu hal yang penting dan persepsi terhadap seberapa baik hasil yang dirasakan, sehingga Kepuasan kerja tidak secara langsung berhubungan dengan pembagian kerja. Pembagian kerja bagi sebagian besar karyawan RS Raden Mattaher telah sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Persoalan yang lebih mengemuka adalah beban kerja yang berbeda pada masing-masing karyawan, sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan bagi mereka yang mendapatkan beban kerja lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Berkaitan dengan insentif, hal ini sangat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Insentif yang dirasakan sangat kecil atau tidak sesuai dengan beban kerja yang mereka lakukan menurunkan moral dan motivasi kerja karyawan. Besaran jumlah insentif ini menurut karyawan RS Raden Mattaher sebaiknya disesuaikan dengan beban kerja, kemampuan dan tingkat pendidikan dari seorang karyawan. Apalagi dengan tidak transparannya pihak rumah sakit dalam melakukan pengelolaan terhadap insentif atau imbalan yang diberikan karyawan, sehingga rasa tidak puas dirasakan juga dalam kerjakeseharian karyawan.

REFERENSI
Anton Budi Sanstoso. (2013). Analisis Kepuasan Kerja Pegawai di PT Bank “X”
Skripsi. Bandung. Bandung: Universitas Widyatama.

M. Zainur Roziqin. (2010). Kepuasan Kerja. Malang: Averroes Press.
Rosy Fauziah. (2014). Hubungan Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap
Kepuasan Kerja Guru di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi.Yogyakarta: FE
UNY.

Stephen P. Robbins. (2001). Perilaku Organisasi (Alih Bahasa: Tim Indeks). Jakarta:

Sulistyani & Rosidah. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
Graha Ilmu.

Suwarno & Donni Juni Priansa. (2011). Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar