SELEKSI TENAGA KERJA DAN PENEMPATAN
1.
Pengertian Seleksi dan Penempatan
Menurut Umi
Sukanti (1989-153) mendefinisikan seleksi sebagai suatu proses penetapan pelamar yang mana diantara
mereka direkrut dengan melalui pertimbangan persyaratan-persyaratan untuk dapat
diterima dan melakukan pekerjaan dengan baik.
Seleksi dan penempatan merupakan serangkai langkah
kegiatan yang dilaksanakan untuk memutuskan apakah seorang pekerja ditempatkan
pada posisi-posisi tertentu yang ada di dalam organisasi.
2.
Proses
Seleksi
1.
Penyaringan Pelamar
Seperti latar belakang pendidikan,
pengalaman, minat dan posisi yang diinginkan, upah yang diinginkan, serta
keahlian khusus pelamar.
2.
Tes
Tes
ditunjukan untuk melihat kemampuan sebenarnya dari pelamar. Hal ini dapat pula
untuk menguji respons pelamar yang sebenarnya terhadap pekerjaan dan tugas yang
akan dijalani.
3.
Wawancara mendalam
Setelah
tes terdahulu selesai, wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh informasi
lebih lanjut tentang pelamar.
4.
Pemeriksaan Kesehatan
Dipersiapkan oleh perusahaan untuk
mendapatkan karyawan yang memenihi persyaratan kesehatan fisik untuk
pekerjaan-pekerjaan tertentu atau memperoleh karyawan yang dapat mengatasi
stress fisik dan mental suatu pekerjaan.
5.
Keputusan diterima
Apakah diputuskan
oleh atasan langsung atau Departemen Personalia, keputusan penerimaan menandai
berakhirnya proses seleksi.
3.
Syarat-syarat
Seleksi dan Penempatan
Syarat-syarat
yang dimaksud adalah :
a.
Informasi analisis
jabatan, yang memberikan diskripsi jabatan, spesifikasi jabatan dan
standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap jabatan;
b.
Rencana-rencana
sumber daya manusia, yang memberikan informasi kepada manager tentang tersedia
/ tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi;
c.
Keberhasilan fungsi
rekrutmen, yang akan menjamin manager bahwa tersedia sekelompok orang yang akan
dipilih
4.
Pengaruh
Nilai Terhadap Seleksi dan Penempatan
Nilai-nilai
implikasinya dalam MSDM, pengaruh lingkungan (nilai) terhadap MSDM, karena
diakui bahwa segala fungsi/aktivitas MSDM sangat sarat akan nilai. Secara
eksklusif dan lebih jauh menguraikan nilai affirmative action yang dipandang
sebagai manifestasi nilai keadilan sosial.
5.
Test
Keabsahan (Validation) dan Bentuk-bentuk Keabsahan
Tes validasi adalah penentuan
cakupan apakah suatu alat seleksi bersesuaian dengan
syarat pekerjaan. Dimana terdapat 3 strategi validitas, yaitu:
1. Empirical Validation,
2. Construct Validation, adalah
tes yang mengidentifikasikan ciri-ciri psikologis
3. Content Validation, tes ini menuntut
adanya kualifikasi minimum yang logis
yang dikaitkan dengan kewajiban dari jabatan yang akan ditempati.
6. Metode-Metode
Seleksi dan Penempatan.
1. Tinjuan Data Biografis
Tinjuan mengenai pendidikan dan pengalaman dari
seorang pelamar, melalui proses
seleksi.
2. Tes ketangkasan
Tes
ketangkasan tidak mahal secara relatif untuk di laksanakan dan dicatat, dengan
tingkat kepercayaan yang tinggi.
3. Tes kemampuan
Tes ini mengukur luasnya kemampuan umum atau
ketrampilan-ketrampilan yang berkaitan dengan tingkat kinerja pekerjaan melalui
empirical atau construct validation.
4. Tes performansi
Semakin dekat test kemampuan merangsang tugas-tugas
pekerjaan dan konteks yang aktual.
5. Referensi
Dipakai untuk
memeriksa pendidikan dan riwayat-riwayat atau untuk memperoleh keterangan
tentang kepribadian atau ketrampilan pelamar.
6. Evaluasi performansi
Digunakan untuk menilai
potensi bagi penugasan kembali atau promosi, atau bahkan persyaratan bagi
lowongan promosi tertentu.
7. Wawancara
Wawancara-wawancara akan memberikan kesempatan
kepada organisasi untuk mengamati kinerja atau penampilan seorang pelamar.
8. Pusat-pusat penilaian
untuk memperkenalkan beberapa pelamar dengan
keadaan-keadaan kerja yang merangsang supaya menekankan kinerjanya
pada tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerja.
9. Masa
percobaan
Masa percobaan memiliki faktor validitas dan
reliabilitas yang mungkin tinggi karena metode ini mengukur kinerja aktual pada
kerja.
7.
Kendala-kendala
Dalam Memilih Metode Seleksi Dan Penempatan
Beberapa kendala dalam memilih metode seleksi dan
penempatan, yaitu:
1. Tingkat
validitas yang berbeda dan keterkaitan kerja yang berbeda;
2. Masing-masing metode mempunyai tingkat reliabilitas
atau kekonsistenan angka bagi seorang
pelamar dibandingkan waktu;
3. Metode tersebut mempunyai tingkat biaya yang
bervariasi, dari yang mulai tidak mahal hingga biaya yang sangat mahal;
4. Orientasi nilai (efiensi, kepentingan, keadilan)
dari sebuah organisasi juga mempengaruhi dalam pemilihan metode seleksi dan
penempatan.
Pihak perusahaan harus menentukan ragam
pilihan strategis dalam rekrutmen dan seleksi karyawan baru,
antara lain:
1. Perusahaan dapat membuat suatu
pilihan strategis yang berfokus pada pendekatan gender dan lingkungan social.
2. Perusahaan dapat memilih
karyawan baru (atau menyewa tenaga kerja kurang terlatih atau yang terlatih dan
professional).
3. Perusahaan membuat keputusan
dengan memperhatikan anggaran yang tersedia untuk rekrutmen dan seleksi
karyawan.
4. Perusahaan dapat membuat suatu
pilihan strategis untuk mencari sumber tenaga kerja yang belum dimanfaatkan.
5. Perusahaan membuat
keputusan strategis dengan memperhatikan kecanggihan teknologi dari cara baru
rekrutmen dan seleksi.
DAFTAR
PUSTAKA
Larasati,
Sri.2018.Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta.CV
Budi Utama
Marihot Tua
Efendi.2002. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Jakarta. PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar