PRESATASI KERJA
1. Pengertian Presatasi Kerja
Menurut (Hasibuan,2008 :64) menyatakan bahwa
“Prestasi kerja adalah Suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam
melaksanakan tugas–tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas
kecakapan , pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.
2. Tujuan dan Manfaat Penilaiaan Prestasi Kerja
Tujuan penilaian prestasi kerja pegawai terdiri
dari dua tujuan yaitu :
1.
Tujuan pokok penilaian prestasi kerja adalah
menghasilkan informasi yang akurat tentang perilaku dan evaluasi kerja anggota
organiasasi.
2. Tujuan
khususnya, yaitu sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
3.
Tanggung
Jawab Penilaian
Seringkali departemen sumber daya
manusia bertanggung jawab untuk mengkoordinasi perancangan dan implementasi
program program penilaian kinerja.
Beberapa orang
berikut ini mungkin dalam kenyataannya akan menilai karyawan:
1) Atasan
langsung
2)
Bawahan
3)
Rekan kerja daan anggota tim
Berikut ini
adalah alsan untuk evaluasi yang dilakukan oleh para aggota lain:
a. Para
anggotaa tim saling mengetahui kinerja satu sama lain lebih baik dari siapapun
dan dengan demikiaan bisa mengevaluasi kinerja secara lebih akurat.
b. Tekanan
rekan keja adalah motivator paling kuat bagi para anggota tim
c. Para
anggota yang menyadari bahwa rekan kerja dalam tim akan mengevaluasi pekerjaan
mereka akan menunjukkan peningkatan komitmen dan produktifitas.
d. Penilaian
rekan kerja melibatkan sejumlah opini dan tidak bergantung pada satu orang.
4)
Penilaian diri sendiri
Banyak orang
megenal dengan baik apa yang merka
kerjakan dalam pekerjaan dan apa yang perlu mereka perbaiki. Jika mereka
memiliki peluang, mereka akan mengkritisi kinerja mereka sendiri secara
objektif dan mengambil tundakan untuk memperbaikinya. Disamping itu, karena
pengembangan karyawan berupa pengembangan diri sendiri.
5)
Penilaian pelanggan
Organisasi-
organisasi menggunakan pendekatan ini karena pendekatan tersebut menunjukkan
komitmen kepada pelanggan, memaksa para karyawan untuk bertanggung jawab, dan
mendorong perubahan.
4.
Objek
Penilaian Prestasi Kerja
Objek penilaian adalah perusahaan
yang dapat dikendalikan oleh karyawan yang bersangkutan. Objek penilaian karyawan itu
mencakup dua hal pokok yaitu hasil pekerjaan (prestasi kerja) dan sifat sifat
pribadi .
Dari uraian diatas dapat
disimpulkan baha dalam menetapkan jumlah dan jenis objek yang dinilai harus
mempertimbangkan 3 hal berikut :
1. Hasil Kerja Individu
Jika
mengutamakan hasil akhir, maka pihak manajemen melakukan penilaian prestasi
kerja dengan obyek hasil kerja individu.
2. Perilaku
Untuk tugas yang
bersifat instrinsik, maka penilaian prestasi kerja ditekankan pada penilaian
terhadap perilaku, seperti ketepatan waktu memberikan laporan, kesesuaian gaya
kepemimpinan, efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, tingkat absensi.
3. Sifat
Merupakan obyek
penilaian yang dianggap paling lemah dari kriteria penilaian prestasi kerja,
karena sulit diukur atau tidak dapat dihubungkan dengan hasil tugas .
5. Metode – Metode Penilaian Kerja
Para manajer bisa memilih dari
jumlah metode penilaian. Jenis sistem
penilaian kinerja yang digunakan bergantung pada tujuannya..jika penekanan
utamanya pada pemilihan karyawan untuk promosi, pelatihan, dan peningkatan bayaran berdasarkan
prestasi, metode tradisional seperti skala penilaian mungkin tepat. Metode
metode kolaboratif, termasuk input daripara karywan itu sendiri, mungkin
terbukti lebih cocok untuk pengembangan karyawan.
a.
Metode penilaian umpan balik 360-derajat
Dalam metode
ini, orang-orang disekitar karyawan yang dinilai bisa ikut serta memberikan
nilai, antara lain manajer senior, karyawan itu sendiri atasan, bawahannya,
anggota tim, dan pelanggan internal atau eksternal.
b.
Metode skala penilaian
Metode skla
penilaian (rating scales method)
adalah metode penilaian kerja yang menilai para karyawan berdasarkan
faktor-faktor yang telah ditetapkan.
c.
Metode insiden kritis
Metode insidn
kritis (critical incident method)
adalah metode penilaian kinerja yang membutuhkan pemeliharaan dokumen-dokumen
tertulis mengenai tindakan-tindakan karyawan yang sangat positif dan sangat
negatif.
d.
Metode essai
Metode esai (essay method) adalah metode penilaian
kinerja di mana penilai menulis narasi singkat yang menggambarkan kinerja
karyawan
e. Metode
standar kerja
Metode standar
kerja (work standards method) adalah
penilaian kinerja yang membandingkan kinerja setiap karyawan dengan standar
yang telah ditetapkan atau tingkat output yang diharapkan.
f.
Metode peringkat
Metode peringkat
(ranking method) adalah metode
penilaian kinerja di mana penilai menempatkan seluruh karyawan dari sebuah
kelompok dalam urutan kinerja keseluruhan.
g.
Metode distribusi dipaksakan
Metode
distribusi dipaksakan (forced
distribution method) adalah metode penilaian kinerja yang mengharuskan
penilai untuk membagi orang-orang dalam sebuah kelompok kerja ke dalam sejumlah
kategori terbatas.
h.
Metode skala penilaian berjangkar keperilakuan
Metode skala
penilaian berjangkar keperilakuan (behaviorally
anchored rating scale/BARS) adalah metode penilaian kinerja yang
menggambungkan unsur-unsur skala penilaian tradisional dengan masing-masing
yang dideskripsikan menurut perilaku kerja spesifik seorang karyawan.
6.
Daftar
Penilaian Pekerjaan
Daftar penilaian pekerjaan merupakan dokumen
kepegawaian yang bersifat rahasia. Daftar
penilaian pekerjaan disimpan untuk selama 5 tahun mulai tahun pembuatannya. Daftar
penilaian pekerjaan yang telah lebih dari 5 tahun tidak digunakan lagi dan
dapat dimusnahkan menurut tata cara yang diatur dalam perundang undangan yang
berlaku.
Pejabat penilai melakukan penilaian pelaksanaan
pekerja terhadap pegawai yang berada di dalam lingkungannya pada akhir bulan
Desember tiap-tiap tahun. Jangka
waktu penilaian adalah mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun
yang bersangkutan.Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan angka
sebagai berikut:
a. Amat baik = 91-100
b. Baik
= 76-90
c. Cukup = 61-75
d. Sedang = 51-60
e. Kurang = 50 ke bawah
7. Unsur Unsur Yang Dinilai Dalam Penilaian Prestasi
Kerja
Berikut ini unsur-unsur dasar dalam penilaian
prestasi kerja. MenurutMalayu S.P Hasibuan
(2001:104) antara lain :
1.
Kesetiaan
Penilai menilai kesetiaan
pekerjaan terhadap pekerjaannya, jabatan dan organisasi.
2.
Prestasi
Kerja penilai
menilai hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dapat dihasilkan oleh
karyawan dari uraian pekerjaannya.
3.
Kejujuran
Penilai menilai kejujuran dan
melaksanakan tugas-tugasnya memenuhiperjanjian baik bagi dirinya maupun
terhadap orang lain.
4.
Kedisplinan
Penilai menilai kedisiplinan
karyawan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang ada dan mengerjakan
pekerjaannya sesuai dengan intruksi yang
diberikan kepadanya.
5.
Kreativitas
Penilai menilai kemampuan
karyawan dalam mengembangkan kreatifitasnya
untuk menyelesaikan pekerjaannya.
6.
Kerjasama
Penilai menilai terhadap
partisifasi dan kerjasama dengan karyawan lainnya
baik vertikal maupun horizontal didalam maupun diluar pekerjaan.
7.
Kepemimpinan
Penilai menilai kemampuan untuk
memimpin, mempengaruhi dan mempunyai
pribadi yang kuat, dihormati, berwibawa dan dapat memotivasi
orang lain.
8.
Kepribadian
Penilai menilai sikap perilaku.
9.
Prakarsa
Penilai menilai kemampuan berfikir berdasarkan inisiatif
sendiri untuk menganalisis, menilai, menciptakan, memberikan alasan,
mendapatkan kesimpulan, dan membuat keputusan
masalah yang dihadapinya.
10. Tanggung
Jawab
Penilai menilai kesediaan karyawan dalam mempertanggung
jawabkan kebijaksanaannya, pekerjaan dan
hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang dipergunakan.
8. Masalah dalam Penilaian Kerja
1. Ketidaknyamanan
Penilaian
Jika sebuah
sistem penilaian kinerja memiliki desain yang salah, atau pelaksanaan yang
tidak tepat, karyawan akan takut mendapatkan penilaian dan para manajer tidak
akan suka melakukannya.
2. Ketiadaan
Obyektivitas
Dalam metode
skala penilaian, misalnya, faktor-faktor yang umum digunakan seperti sikap, penampilan, dan kepribadian sulit
untuk diukur.
3. Halo/Horn
Error
Halo error
muncul ketika manajer menggeneralisasikan satu unsure atau insiden kinerja
positif kepada seluruh aspek kinerja karyawan, menghasilkan nilai yang lebih
tinggi.
4. Sikap
Lunak/Sikap Keras
Memberikan nilai
tinggi tanpa alasan yang bisa diterima disebut sikap lunak (leniency). Perilaku ini seringkali dimotivasi oleh keinginan untuk
menghindari kontroversi mengenai penilaian.
5. Central
Tendency Error
Central
tendency error adalah kesalahan penilaian evaluasi
yang muncul ketika para karyawan secara tidak benar dinilai mendekati rata-rata
atau pertengahan skala.
6. Bias
Perilaku Terakhir
Perilaku
karyawan seringkali menjadi lebih baik dan produktivitas cenderung meningkat
beberapa hari atau minggu sebelumnya.
7. Bias
Pribadi (Stereotyping)
Para manager
memunculkan gambaran-gambaran mental mengenai apa yang dianggap sebagai
karyawan ideal dan para karyawan yang tidak sesuai denga gambaran tersebut bisa
dinilai secara tidak adil.
8. Mainpulasi
Evaluasi
Dalam beberapa
kasus, para manager mengendalikan hamper semua aspek proses penilaian dan
dengan demikian berada dalam posisi yang bisa memanipulasi data.
9. Kecemasan
Karyawan
Proses penilaian juga bisa
menciptakan kecemasan bagi karyawan yang dinilai. Peluang-peluang promosi,
penugasan kerja yang lebih baik, dan peningkatan kompensasi bisa bergantung
pada hasil penilaian. Hal
tersebut menimbulkan bukan hanya kegelisahan, namun juga penolakan total.
9. Tips
- Tips Dalam Melakukan
Penilaian Prestasi Kerja
1. Sistem penilaian prestasi sesuai dengan
kebutuhan organisasi
2. Faktor faktor yang dinilai objektif dan konkrit
3. Penilaiannya
bebas dari bias
4. Prosedur
dan administrasinya seragam
5. Sistemnya
mudah digunakan
6. Hasil
penilaian digunakan dalam pengambilan keputusan
7. Sistemnya
memungkinkan dilakukannya proses peninjauan ulang
8. Yang
menggunakan dapat menggunakannya sebagai input
9. Dapat
dilaksanakan dengan ekonomis
10. Hasil
penilaiannya didokumentasikan
11. Penilai
terlatih dan berkualitas
12. Sistemnya
mencakup monitoring dan evaluasi
13. Manajer
puncak dengan jelas memberikan dukungannya terhadap system
DAFTAR PUSTAKA
1. Mondy, Wayne. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid I edisi 10.
Jakarta : Erlangga
2.
Badriyah, Mila. 2014.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia
3.
Gaol, CHR Jimmy L. 2014.
Human Capital Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo
4.
Hanggraeni,Dewi.2012.Manajemen
Sumber Daya Manusia.Jakarta:Lembaga penerbit FEUI.
5.
Notoadmodjo,Soekidjo.2009.Pengembangan
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
6. Panggabean, Mutiara S, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Ghalia
Indonesia, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar